Apa itu menopause (medis)?
Menopause adalah proses biologis alami yang menandai akhir tahun reproduksi wanita, didiagnosis setelah 12 bulan berturut-turut tanpa periode menstruasi. Namun, dalam beberapa kasus, menopause terjadi karena intervensi medis seperti pembedahan, kemoterapi, atau radiasi. Ini dikenal sebagai menopause medis, yang berbeda dari menopause alami karena terjadi secara tiba-tiba daripada secara bertahap.
Selama transisi menopause, seorang wanita mungkin mengalami menstruasi yang tidak teratur, hot flashes, keringat malam, dan kekeringan vagina karena kadar hormon yang berfluktuasi. Gejala menopause ini bisa lebih intens pada menopause medis, karena tubuh kekurangan waktu untuk menyesuaikan diri. Selain itu, perdarahan vagina dapat terjadi secara tidak terduga.
Pilihan pengobatan termasuk terapi hormon atau terapi penggantian hormon untuk meringankan gejala menopause. Namun, terapi ini tidak selalu dianjurkan, terutama bagi mereka yang berisiko terkena kanker dada. Perawatan medis non-hormonal, termasuk perubahan gaya hidup dan pendekatan kesehatan komplementer dan integratif, juga dapat membantu mengelola ketidaknyamanan.
Bagaimana menopause medis didiagnosis?
Menopause medis didiagnosis berdasarkan riwayat siklus menstruasi wanita dan gejala klinis. Karena itu terjadi karena intervensi medis daripada penuaan alami, dokter menilai apakah tidak adanya periode menstruasi terkait dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.
Penyedia layanan kesehatan dapat melakukan tes darah untuk mengukur kadar hormon, terutama estrogen dan hormon perangsang folikel (FSH). Penurunan yang signifikan pada tingkat ini menegaskan menopause. Wanita yang mengalami menopause dini sebelum usia 40 mungkin memerlukan tes tambahan untuk menyingkirkan kondisi yang mendasarinya.
Kehilangan estrogen secara tiba-tiba dapat memperburuk gejala menopause, menyebabkan hot flashes yang lebih parah, keringat malam, dan perubahan vagina yang dapat mempengaruhi hubungan seksual. Dalam beberapa kasus, terapi estrogen diresepkan untuk meredakan gejala, tetapi penggunaannya tergantung pada faktor risiko individu. Berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan memastikan pendekatan yang dipersonalisasi untuk mengelola menopause medis secara efektif.







