Apa itu operasi robotik?
Bedah robot adalah bentuk operasi invasif minimal yang menggunakan sistem robot untuk meningkatkan presisi, ketangkasan, dan kontrol prosedur bedah (Rivero-Moreno et. al., 2023). Teknologi canggih ini memungkinkan ahli bedah untuk melakukan operasi kompleks lebih akurat daripada operasi tradisional, seringkali menghasilkan lebih sedikit komplikasi dan mengurangi waktu pemulihan.
Dalam operasi dengan bantuan robot, ahli bedah tidak mengoperasi langsung pasien tetapi mengontrol lengan robot dari konsol ahli bedah khusus. Konsol menyediakan tampilan 3D yang diperbesar, definisi tinggi, dari situs bedah, memungkinkan manuver instrumen bedah dengan cermat melalui sayatan kecil (Biswas et. al., 2023). Untuk memastikan presisi ekstrim, gerakan robot ini diskalakan, disaring, dan diterjemahkan dari gerakan tangan ahli bedah.
Salah satu sistem bedah robot yang paling banyak digunakan adalah Sistem Bedah da Vinci, yang dikembangkan oleh Intuitive Surgical pada tahun 2001. Sistem da Vinci dirancang untuk meningkatkan akurasi bedah di berbagai spesialisasi, termasuk bedah jantung robotik, bedah robot transoral, urologi, ginekologi, dan bedah umum (Probst, 2023). Ini memiliki beberapa lengan robot dengan instrumen bedah khusus dan kamera resolusi tinggi. Alat bantu robot ini memberikan ketangkasan yang ditingkatkan, memungkinkan prosedur yang akan menantang dengan teknik laparoskopi konvensional.
Mengintegrasikan prosedur bedah robot ke dalam pengobatan modern telah secara signifikan memperluas cakupan pendekatan invasif minimal. Tidak seperti operasi tradisional, yang membutuhkan sayatan besar dan manipulasi manual langsung, prosedur robotik mengurangi trauma jaringan, meningkatkan visualisasi, dan memungkinkan pembedahan yang tepat. Selain itu, robotika bedah membantu meminimalkan kelelahan ahli bedah dengan memberikan gerakan yang stabil dan bebas tremor selama prosedur.







