10 teknik dan pelatihan intervensi krisis
Teknik dan pelatihan intervensi krisis sangat penting untuk memberikan dukungan segera kepada individu yang mengalami tekanan berat. Berikut adalah sepuluh teknik dan pelatihan intervensi krisis yang efektif:
1. Pertolongan pertama kali (PFA)
PFA melibatkan pemberian dukungan langsung, bantuan praktis, dan informasi kepada individu yang terkena dampak peristiwa kehidupan traumatis atau signifikan. Ini mengurangi tekanan awal dan menumbuhkan fungsi adaptif jangka pendek dan jangka panjang.
2. Mendengarkan secara aktif
Mendengarkan secara aktif mengharuskan responden untuk sepenuhnya konsentrasi, memahami, merespons, dan mengingat apa yang dikatakan orang tersebut. Ini membantu membangun kepercayaan dan memberi orang dalam krisis perasaan yang mendengarnya dan dipahami.
3. Perencanaan Keselamatan
Dalam situasi yang melibatkan pikiran atau perilaku bunuh diri, membuat rencana keselamatan menjadi sangat penting. Ini terdiri dari identifikasi tanda peringatan, menggunakan keterampilan dan strategi penyalinan yang tepat, dan kontak untuk dukungan selama krisis.
4. Teknik pentanahan
Teknik grounding membantu individu tetap terhubung dengan saat ini, mengurangi gangguan dan mencegah disosiasi. Teknik termasuk berfokus pada sensasi fisik, seperti merasakan tanah di bawah kaki mereka atau menggunakan metode 5-4-3-2-1 (mengidentifikasi lima hal yang dapat mereka lihat, empat yang dapat mereka sentuh, dll.).
5. Teknik Perilaku Kognitif (CBT)
Intervensi CBT dapat membantu individu mengingat kembali pikiran negatif dan mengembangkan mekanisme koping yang lebih sehat. Ini bisa sangat berguna dalam mengatasi ketakutan irasional atau pemikiran bencana selama krisis.
6. Latihan pernapasan
Teknik pernapasan sederhana, seperti sentuhan dalam atau sentuhan kotak (tarik napas selama empat detik, tahan selama empat detik, buang napas selama empat detik, dan tahan lagi selama empat detik), dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi gangguan.
7. Hotline Crisis
Akses ke hotline krisis memungkinkan individu dalam kesulitan akut untuk berbicara dengan profesional profesional yang dapat menawarkan dukungan dan bimbingan segera. Hotline ini memberikan dukungan dan merupakan sumber daya penting bagi mereka yang mengalami pikiran untuk bunuh diri atau krisis penyakit mental parah lainnya.
8. Membangun sistem pendukung
Mendorong individu untuk menghubungi anggota keluarga, teman, atau sumber daya komunitas dapat memberikan dukungan dan bantuan praktis. Membangun jaringan dukungan sangat penting untuk pemulihan dan ketahanan jangka panjang.
9. Terapi singkat yang berfokus pada solusi (SFBT)
SFBT berfokus pada menemukan solusi langsung untuk masalah saat ini daripada mengeksplorasi dan penyebab untuk mencegah krisis di masa depan. Ini mendorong individu untuk mengidentifikasi dan membangun kekuatan dan sumber daya mereka untuk menyelesaikan krisis.
10. Kembangkan keterampilan mengatasi
Mendorong strategi penanganan yang efektif dan sehat, seperti teknik penanganan masalah, manajemen stres, dan rutinitas sehat, dapat menjadi anggota individu untuk menangani krisis dengan lebih efektif. Keterampilan ini dapat mengurangi kemungkinan beralih ke gangguan penggunaan narkoba, penggunaan narkoba, atau perilaku berbahaya lainnya.